Tasawuf dalam Islam

Sebagian ulama’ tanpa disadari telah membingungkan ummat dengan pernyataan bahwa tasawuf dari Nasrani, Budha atau dari ajaran/agama lainnya. Pernyataan sebenarnya adalah tasawuf ada di Nasrani, Budha, di ajaran lainnya, begitu pula dalam Islam

Karena itu kita sebaiknya mengikuti atau taat pada pernyataa yang disepakati oleh jumhur ulama. Kalau jumhur (mayoritas) ulama’ menyelisihi pendapat ulama yang kita ikuti maka kita harus lebih berhati-hati mengikuti ulama’ itu dengan selalu merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Jika kita teliti apakah konten tasawuf dalam Islam ?

Konten (isi) tasawuf tentang akhlak dan budi pekerti, bertobat, bertalian dengan hati (tazkiyatun nafs), cara-cara ikhlas, khusyu’, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, qana’ah, tawakal, zuhud, ma’rifatullah dan lain-lain. Jadi tasawuf hanya sekedar nama atau istilah saja yang telah disepakati oleh banyak orang.

Lalu apakah konten tasawuf serupa disemua ajaran ?

Ya, tentu nama atau istilah sepakat dipergunakan untuk sesuatu yang sama atau hampir sama.

Jadi konten tasawuf hampir sama di semua ajaran, tentang akhlak, jiwa, mengenal yang disembah. Yang berbeda adalah tuhan yang disembah. Dalam Islam, Tiada Tuhan selain Allah.

Coba kita perhatikan , di zaman modern ini , banyak kita dapati sekolah-sekolah nasrani menghasilkan murid-murid yang berhasil dalam belajarnya karena akhlak mereka yang baik seperti disiplin, tertib, gigih, tekun dan akhlak-akhlak baik lainnya

Ini sunnatullah, mereka mendapat apa yang mereka usahakan
Apapun di alam dunia berlaku hubungan sebab-akibat.

firman Allah, yang artinya,
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan”. (QS. Hud : 15-16)

Mereka mendapatkan hasil dari segala upaya pekerjaan di dunia, namun karena mereka menyembah selainNya maka mereka diakhirat mendapatkan neraka. Naudzubillah min zalik.

Lalu mengapa kita yang telah bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, tidak berupaya berakhlakul karimah ?

Mungkinkah kesalahpahaman tentang Tasawuf ini merupakan upaya untuk menjauhkan dari Allah ?

Mungkinkah menjauhkan muslim dari Tasawuf merupakan upaya agar muslim tidak dapat berkomunikasi dengan Allah, bertemu dengan Allah, berinteraksi dengan Allah ?

Sadarilah bahwa orang-orang yang mempunyai rasa permusuhan pada mukmin sangat berkeingingan untuk “memisahkan” muslim dengan tasawuf/akhlakul karimah dengan cara membuat cerita-cerita mistik berlebihan, memberikan paradigma, stigma, definisi negatif pada tasawuf dalam Islam.

Sungguh seorang muslim yang mengenal tasawuf dalam Islam atau akhlakul karimah maka mereka akan mempunyai kesadaran pada realitas peran dan fungsi di dunia. Kesadaran inilah yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang mempunyai rasa permusuhan pada mukmin. Kesadaran akan peran dan fungsi manusia di dunia sebagai hamba Allah. Kesadaran bahwa tiada daya upaya selain pertolongan/izin Allah.

Marilah kita mendalami dan menjalankan pokok-pokok ajaran dalam Islam secara menyeluruh (kaffah), sebaiknya tidak menolak/meningkari satu pokokpun. Pokok-pokok ajaran dalam Islam yakni, , Islam (rukun Islam, fiqih), Iman (rukun Iman, Ushuluddin), Ihsan (akhlak, Tasawuf).

Kita mendalami dan menjalankan keseluruhan pokok-pokok ajaran dalam Islam agar menjadi muslim yang sholeh, muslim terbaik, muslim yang ihsan atau muhsinin yakni muslim yang dapat seolah-olah melihat Allah.

Seolah-olah melihat Allah yang timbul dari akhlakul karimah = keadaan sadar (kesadaran) atau perbuatan/perilaku secara sadar dan Mengingat Allah.

Setiap perilaku kita / akhlak kita harus dengan mengingat Allah, seluruh waktu kita penuh berinteraksi dengan Alllah

Berinteraksi dengan Allah dengan cara berinteraksi dengan firman-firmanNya yakni Al-Qur’an. Seluruh perbuatan / akhlak kita harus selalu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits.

Rasulullah mengatakan “Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak.” (HR Ahmad).

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S Al-Ahzab : 21).

Ada beberapa kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dalam mengenal Tasawuf.

Kesalahpahaman timbul bisa dikarenakan belum dapat memahami apa yang disampaikan oleh ulama Tasawuf.  Ulama Tasawuf  kadang mengunakan bahasa atau perumpamaan yang tidak mudah dipahami oleh orang awam.

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS An Nuur [24]:35 )

Kesalahpahaman bisa pula timbul dikarenakan yang menyampaikan tasawuf adalah dukhala ilmi artinya ahli ilmu (ulama) namun bukan ahli dalam bidang tasawuf. Sehingga ulama tersebut sesungguhnya menyampaikan sesuatu yang tidak dipahaminya.

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS Luqman [31]:6 )

Sehingga orang yang menerima tentang tasawuf karena dia tidak paham atau karena dia mendapatkan dari dukhala ilmi , ikut-ikutan menyampaikan kepada orang lain tentu tanpa pengetahuan yang sebenarnya, sehingga mereka mengolok-olok tasawuf. Ketidak hati-hatian ini akan memperoleh azab yang menghinakan. Wallahu a’lam

Sumber : mutiarazuhud.worpress.com

Tentang Kuns Web

Belajar Blog, Sharing Religi dan Pendidikan
Pos ini dipublikasikan di Religi dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s